
Dukuhsalam, 16 Agustus 2025 - Pemerintah Desa Dukuhsalam menggelar malam tirakatan pada Rabu (16/08) di Pendopo Guyub Rukun Desa Dukuhsalam. Malam Tirakatan/Tasyakuran menjadi salah satu tradisi unik perayaan HUT RI yang kerap digelar masyarakat Jawa Tengah. Malam tirakatan digelar pada 16 Agustus atau malam hari sebelum 17 Agustus.
Kegiatan yang terdiri dari doa bersama, cerita sejarah kemerdekaan yang di bacakan oleh Ketua LPDM Bapak Suwito, S.Pd kemudian di lanjut pemotongan tumpeng, dan makan bersama berlangsung secara lancar dan meriah. Pada acara malam tirakatan ini di hadiri oleh unsur Pemerintah Desa, BPD, RT dan RW, serta lembaga desa lainnya seperti LPMD dan KPMD serta BUMDes.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensyukuri kemerdekaan dan mendoakan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, tak terkecuali juga untuk para pendahulu kita yang pernah menjabat di Pemerintah Desa Dukuhsalam," tutur Kepala Desa Dukuhsalam Wahyudi.
Kata tirakatan berasal dari bahasa Arab, thariqah yang berarti secara harfiah yaitu jalan, kemudian bahasa Arab ini diserap menjadi kata tirakat dan tirakatan dalam bahasa Indonesia. Sementara, makna filosofis tirakatan adalah proses mencari jalan kebenaran atau kebaikan. Selain menyambut kemerdekaan RI, ritual tirakat juga masih dilakukan masyarakat Jawa pada momentum sakral lainnya seperti hari raya. Sedangkan, makna malam tirakatan 17 Agustus adalah wujud syukur atas kemerdekaan RI dari penjajah. Dalam kesempatan ini, warga juga melakukan instropeksi diri terkait kontribusinya kepada negara.


